lagu ini berdurasi 23:59 menit
[I. Someone Like Him]
[Lyrics: John Petrucci]
I never wanted to become someone like him so secure
Content to live each day just like the last
I was sure I knew that
This was not for me
And I wanted so much more
Far beyond what I could see
So I swore that I'd
Never be someone like him
Seseorang yang ambisius dengan hidupnya
Tidak ingin menjadi orang lain dengan jalan hidup orang itu.
Walaupun dengan keberlangsungan hidupnya yang aman.
Ia lebih memilih hidup dengan caranya sendiri
So many years have passed
Since I proclaimed My independence
My mission My aim And my vision So secure
Content to live each day like it's my last
It's wonderful to know That I could be
Something more than I dreamed
Far beyond what I could see
Still I swear that I'm
Missing out this time
Dengan jalan hidupnya sendiri, ia mencapai mimpinya.
Mendapatkan keberlangsungan hidup yang aman.
Tapi ia merasakan sesuatu yang hilang
As far as I could tell There's nothing more I need
But still I ask myself Could this be everything
Then all I swore That I would never be was now
So suddenly The only thing I wanted To become
To be someone just like him
Walaupun semua tercapai dia merasa kehilangan,
Dan ia sadar yang ia inginkan menjadi seperti orang itu.
Gerakan ini melambangkan sikap John Petrucci terhadap influencenya.
Salah satu contoh adalah pandangan JP terhadap U2.
Di mana dulu sangat tidak menyukai jika U2 menyinggung politik dalam lirik mereka.
Namun sekarang ia menyadari bahwa politik itu adalah isu yang menarik
Untuk dijadikan sebuah lagu. Dan sekarang ia pun mencoba melakukannya.
[II. Medicate (Awakening)]
[Lyrics: James LaBrie]
A Doctor sitting next to me
He asks me how I feel
Not sure I understand his questioning
He says I've been away a while
But thinks he has cured me
From a state of catatonic sleep
For 30 years
Where have I been
Eyes open
But not getting through to me
Medicate me
Infiltrate me
Side effects appear
As my conscience slips away
Medicate me
Science failing
Conscience fading fast
Can't you stop what's happening
A higher dosage he prescribes
But there's no guarantee
I feel it starting to take over me
I tell him not to be ashamed
There's no one who's to blame
A second shot
A brief awakening
I feel the relapse
Can't break free
Eyes open
But not getting through to me
Seseorang terbangun dalam catatonia selama 30 tahun.
Dokter merasa dia berhasil menyembuhkan orang itu.
Namun dia mulai kehilangan kesadarannya lagi.
Usaha sang dokter ternyata gagal.
Walaupun gagal orang tersebut mengatakan ini bukan salah sang dokter,
dan ia pun akhirnya kembali ke catatonia.
Kejadian ini sama seperti film Awakenings yang dibintangi Robin Williams dan Robert De Niro.
[III. Full Circle]
[Lyrics: Mike Portnoy]
Sailing on the seven seize the day tripper diem's ready
Jack the ripper owns Wilson Phillips and my supper's ready
Lucy in the sky with diamond dave's not here I come to save the
Day for nightmare cinema show me the way to get back home again
Sailing on the seven seas - Queen Seven Seas of Rhye.
Seize the day - A Change of Seasons
Day Tripper - Beatles
Jack the Ripper - Morrissey
Tim "Ripper" Owens - ex-Judas Priest
Owen Wilson - actor
Wilson Phillips - band
Supper's Ready - Genesis
Lucy in the Sky with Diamonds - Beatles
Diamond Dave - David Lee Roth
Dave’s Not Here – Cheech and Chong
Here I Come to Save the Day – Mighty Mouse
Day for Night - Spock's Beard
Nightmare Cinema
The Cinema Show - Genesis
Show Me The Way - Styx
Get Back - Beatles
Running forward
Falling back
Spinning round and round
Looking outward
Reaching in
Scream without a sound
Leaning over
Crawling up
Stumbling all around
Losing my place
Only to find I've come full circle
Flying off the handle with careful with
That axe Eugene gene the dance machine
Messiah light my fire gabba gabba
Hey hey my my generation's home again
Flying off the Handle - Peter Blegvad, King Strut
Handle with Care - Travelling Wilburys
Careful With That Axe, Eugene - Pink Floyd
Gene the Dance Machine - The Gong Show
Machine Messiah - Yes
Light My Fire - The Doors
Pinhead (Gabba Gabba Hey) - The Ramones
Hey Hey, My My - Neil Young
My Generation - The Who
Home Again - Time, Pink Floyd
Running forward
Falling back
Spinning round and round
Looking outward
Reaching in
Scream without a sound
Leaning over
Crawling up
Stumbling all around
Losing my place
Only to find I've come full circle
Ini melambangkan perputaran influence yang dimiliki Mike Portnoy
Dimana semuanya saling terkait dan memberi pengaruh terhadapn music DT
[IV. Intervals]
bagian ini menjelaskan inti dari tracklist 1-8
[Lyrics: Mike Portnoy]
[First]
Our deadly sins feel his mortal wrath
Remove all obstacles from our path
Inti dari lagu The Root of All Evil
VI. Ready : “Menggali ke dalam diri untuk mencari penyakit moral kita”
VII. Remove : “Pengakuan kepada Tuhan dan kepada sesama akan penyebab kerusakan diri kita”
[Second]
Asking questions Search for clues
The answer's been right in front of you
Inti dari lagu The Answer Lies Within
Keraguan kita dalam hidup dijawab dengan terus menghadapi hidup ke depan
[Third]
Try to break through Long to connect
Fall on deaf ears and failes muted breath
Inti dari lagu These Walls
Jika ingin berubah tidak akan berhasil
Jika kita tetap tidak mau mendengar dan tidak mau berbicara
[Fourth]
Loyalty, trust, faith and desire
Carries love through each darkest fire
Inti dari lagu I Walk Beside You
Kepercayan membawa cinta melewati kegelapan.
[Fifth]
Tortured Instanity A smothering hell
Try to escape but no avail
Inti dari lagu Panic Attack
kepanikan yang tidak kunjung ada akhir
[Sixth]
The calls of admirers Who claim they adore
Drain all your lifeblood while begging for more
Inti dari lagu Never Enough
Fans yang tidak pernah merasa berkecukupan
Selalu meminta lebih tanpa apresiasi
[Seventh]
Innocent victims of merciless crimes
Fall prey to some madmen's impulsive designs
Korban tak bersalah berjatuhan akibat ulah seseorang
[Eighth]
Step after step
We try controlling our fate
When we finally start living it has become too late
Inti dari lagu Octavarium
Jangan mengatur takdir kita, karena semakin sibuknya kita mengatur takdir
Kita sudah tidak sempat lagi merasakan kehidupan.
Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium
Teriakan James Labrie dalam bagian ini melambangkan pemberontakan dalam batas dirinya.
Dimana ia berusaha melebihi note F# yang selama ini merupakan note tertingginya.
[V. Razor's Edge]
[Lyrics: John Petrucci]
We move in circles
Balanced all the while
On a gleaming razor's edge
A perfect sphere
Colliding with our fate
Whos story ends where it began
Bagian ini menjelaskan semuanya.
Bahwa semua berakhir disaat berawalnya.
Menjelaskan semua maksud dari setiap bagian dari lagu Octavarium ini
.
Jumat, 23 Mei 2014
Six Degrees Of Inner Turbulence
lagu ini berdurasi (42:04)
I. Overture (6:50)
(instrumental)
II. About To Crash (5:50)
- John Petrucci
She can't stop pacing
She never felt so alive
Her thoughts are racing
Set on overdrive
It takes a village
This she knows is true
They're expecting her
And she's got work to do
Degree 1 : Seorang wanita yang menderita bipolar disorder, penyakit perubahan dan perputaran mood, hypomanic dan manic depression.
Dalam bait ini dia berada dalam keadaan hypomania yang ditandai oleh sikap yang enerjik, penigkatan kreativitas, terus berpikir, terus berkarya. over imaginatif.
Sepertinya dia adalah seorang seniman yang karyanya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
He helplessly stands by
It's meaningless to try
As he rubs his red-rimmed eyes
He says I've never seen her get this bad
Even though she seems so high
He knows that she can't fly
And when she falls out of the sky
He'll be standing by
Seseorang, mungkin ayahnya, selalu menjaganya, mengawasi tingkah lakunya
walaupun kurang tidur, ayahnya selalu mengawasi,
karena ayahnya tau suatu saat dia akan melewati masa hypomanicnya dan memasuki masa manic depression
She was raised in a small midwestern town
By a charming and eccentric loving father
She was praised as the perfect teenage girl
And everyone thought highly of her
And she tried everyday
With endless drive
To make the grade
Then one day
She woke up to find
The perfect girl
Had lost her mind
Dia adalah orang yang berprestasi, dan menjadi idola dalam masyarakat
dengan hypomanicnya dia terus bekerja keras setiap harinya, mendapatkan nilai yang bagus
namun suatu hari dia tiba-tiba menjadi depresi.
Once barely taking a break
Now she sleeps the days away
She helplessly stands by
It's meaningless to try
All she wants to do is cry
No one ever knew she was so sad
Cause even though she gets so high
And thinks that she can fly
She will fall out of the sky
DEngan tiba-tiba dia memasuki masa manic depression
dia hanya ingin menangis. tanpa orang mengetahui keadaannya
But in the face of misery
She found hopefulness
Feeling better
She had weathered
This depression
Dalam depresinya dia mulai membaik.
terlihat bahwa dia menderita bipolar disorder II, dimana masa hypomanicnya lebih banyak dibanding masa manic depressionnya
Much to her advantage
She resumed her frantic pace
Boundless power
Midnight hour
She enjoyed the race
Dia kembali ke masa hypomanic, dan kembali lagi ke sisi agresifnya
kembali bekerja, kembali berkarya
III. War Inside My Head (2:08)
- Mike Portnoy
Napalm showers
Showed the cowards
We weren't there to mess around
Through heat exhaustion
And mind distortion
A military victory mounted on innocent ground
Degree 2 : Seorang bekas tentara menderita post traumatic stress disorder.
ia merasakan flashback jaman dia terjun ke medan perang
Hearing voices from miles away
Saying things never said
Seeing shadows in the light of the day
Waging a war inside my head
War inside my head
Setelah ia pulang, sampai sekarang pun dia masih dihantui oleh perang
Suara-suara dan bayangan visual masih melekat di ingatannya
Years and years of
Bloodshed and warfare
Our mission was only to get in and kill
A free vacation
Of palm trees and shrapnel
Trading innocence for permanent psychotic hell
Kehidupan dia selama perang vietnam, menebar teror, membunuh siapapun yang menghadapinya.
Hearing voices from miles away
Saying things never said
Seeing shadows in the light of the day
Waging a war inside my head
Feeling strangers staring my way
Reading minds never read
Tasting danger with each word I say
Waging a war inside my...
sampai sekarang pun dia masih dihantui oleh perang
Suara-suara dan bayangan visual masih melekat di ingatannya
IV. The Test That Stumped Them All (5:02)
- Mike Portnoy
Standing in the darkness
Waiting for the light
The smell of pure adrenaline
Burning in the night
Random blinding flashes
Aiming at the stage
Intro tape begins to roll
Igniting sonic rage
Degree 3 : Seorang musisi yang siap tampil didepan orang ramai. perasaannya bergejolak
Lampu-lampu panggung menghiasi, intro musik dimulai dan suasana mulai meriah
Still they keep me between these hollow walls
Hoping to find in me
The answers to the test that stumped them all
Namun itu hanya bayangan seseorang yang menderita schizophrenia, dia sering berimajinasi dan berhalusinasi.
padahal dia hanya berada di dalam rumah sakit jiwa dan sedang melalui tes yang dilakukan dokter
"The boy is just simply crazy
Suffering from delusions
We honestly think that maybe
He might need and institution
He lives in a world of fiction
And really could use some help
We have just the place to fix him
To save him from himself"
Perbincangan dokter-dokter tentang hasil tesnya.
Dimana dia divonis mengalami halusinasi berada dalam dunia fiksi
Mereka terys mencoba untuk menyelamatkannya
Curled up in the darkness
Searching for the light
The smell of stale sweat and shit
Steaming through the night
Random urine testing
Pills red, pink and blue
Counseling and therapy
Providing not a clue
Still the keep me between these hollow walls
Hoping to find in me
The answers to the test that stumped them all
Para dokter masih terus berusaha mendapatkan jawaban.
Mereka melakukan banyak tes, memberikan banyak obat-obatan
melakukan terapi dan konsultasi.
namun tetap tidak mendapatkan hasil
"We can't seem to find the answers
He seemed such a clear cut case
We cannot just let him leave here
And put all this work to waste
Why don't we try shock treatment
It really might do some help
We have just the tools to fix him
To save him from himself"
Para dokter masih belum mau menyerah dan menyia2kan usaha mereka.
Mereka pun mencoba shock treatmen untuk menyelamatkannya
V. Goodnight Kiss (6:17)
- Mike Portnoy
Goodnight kiss in your nightgown
Lavender in your bed
So innocent as you lie down
Sweet dreams that run through your head
Are you lonely without Mommy's love?
I want you to know I'd die for that moment
You're just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all
Degree 4 : Seorang ibu membaringkan tubuh anaknya yang baru meninggal dalam tempat tidur.
memberikan ciuman malam terakhirnya.
Dia membayangkan kerinduan anaknya. masa-masa anaknya merindukannya
ingin kembali dia merasakannya.
anaknya hanya menjadi korban kekejaman dunia
It's been 5 years to the day and
My tainted blood's still the same
I can't help acting this way and
Those bastard doctors are gonna pay
I'm so lonely without baby's love
I want you to know I'd die for one more moment
I'm just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all
Sudah 5 tahun dan sang ibu masih penuh kesedihan. Dia menderita post-partum depression
Dia merasa kebahagiaannya telah direnggut oleh dokter yang gagal menyelamatkan anaknya
dia menuduh dokter-dokter itu melakukan malpraktek
VI. Solitary Shell (5:47)
- John Petrucci
He seemed no different from the rest
Just a healthy normal boy
His mama always did her best
And he was daddy's pride and joy
He learned to walk and talk on time
But never cared much to be held
And steadily he would decline
Into his solitary shell
Degree 5 : Seorang pria yang normal, tumbuh dengan biasanya, menjadi kebanggaan orang tuanya
namun lambat laun ia mulai mengalami degradasi mental dan menderita autisme
dimana dia menghindari kontak sosial dengan bersembunyi dalam dunianya sendiri
As a boy he was considered somewhat odd
Kept to himself most of the time
He would daydream in and out of his own world
But in every other way he was fine
Dia mulai dianggap aneh oleh orang lain, hanya sibuk dengan diri sendiri
bermimpi dalam dunianya, namun dia baik-baik saja
He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell
A temporary catatonic
Madman on occasion
When will he break out
Of his solitary shell
Dia mengalami peledakan tiba-tiba,
menggila mendadak.
orang pun berharap dia secepatnya keluar dari dunianya
He struggled to get through his day
He was helplessly behind
He poured himself onto the page
Writing for hours at a time
As a man he was a danger to himself
Fearful and sad most of the time
He was drifting in and out of sanity
But in every other way he was fine
Dia menjadi tertinggal dengan dunia luar
karena kesibukanya di dunianya sendiri
Kadang dia normal kadang dia menjadi gila.
He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell
A momentary maniac
With casual delusions
When will he be let out
Of his solitary shell
Dia mengalami peledakan tiba-tiba,
menggila mendadak.
orang pun berharap dia secepatnya keluar dari dunianya
VII. About To Crash (Reprise) (4:04)
- John Petrucci
I'm alive again
The darkness far behind me
I'm invincible
Despair will never find me
I feel strong
I've got a new sense of elation
Boundless energy
Euphoria fixation
Kembali ke Degree 1 : sekarang dalam sudut pandang sang penderita.
dia kembali ke masa hypomanicnya, merasa kuat dan penuh energi
Still it's hard to just get by
It seems so meaningless to try
When all I want to do is cry
Who would ever know I felt so sad
Even though I get so high
I know that I will never fly
And when I fall out of the sky
Who'll be standing by
Will you be standing by
Sepertinya dia sudah bisa menyadari secara langsung keadaannya
dimana dia akan memasuki masa manic depression.
dan dia mengharapkan seseorang yang akan menolongnya
VIII. Losing Time / Grand Finale (6:00)
- John Petrucci
She dresses in black everyday
She keeps her hair simple and plain
She never wears makeup
But no one would care if she did anyway
She doesn't recall yesterday
Faces seem twisted and strange
But she always wakes up
Only to find she'd been miles away
Degree 6 : seorang wanita yang menderita dissociative identity disorder atau Multiple Personality Disorder
dia tidak memiliki banyak teman.
Dia cenderung mengalami amnesia.
terlihat dari dia selalu bangun tanpa menyadari apa yang terjadi.
ini disebabkan oleh perubahan personalitinya secara tidak langsung
Absence of awareness
Losing time
A lapse of perception
Losing time
Ketidak sadaran dia, dan penyakit yang dia alami
membuat dia kehilangan waktu dalam hidupnya
Wanting to escape
She had created a way to survive
She learned to detach from herself
A behavior that kept her alive
Untuk mengatasinya dia membentuk alternate personaliti secara sadar.
untuk melepaskan dari dirinya.
Hope in the face of our human distress
Helps us to understand the turbulence deep inside
That takes hold of our lives
Shame and disgrace over mental unrest
Keeps us from saving those we love
The grace within our hearts
And the sorrow in our souls
Bagian ini menjelaskan bahwa kita sadar akan penyakit jiwa yang diderita manusia
diharapkan kita menjadi lebih mengerti keadaan pikiran kita
untuk menyelamatkan orang yang kita sayangi
Deception of fame --> The Test That Stumped Them All
Vengeance of war --> War Inside My Head
Lives torn apart --> Goodnight Kiss
Losing oneself --> Losing Time
Spiraling down --> About To Crash
Feeling the walls closing in --> Solitary Shell
A journey to find
The answers inside
Our illusive mind
Sebuah perjalanan menelusuri dalam pikiran kita
.
I. Overture (6:50)
(instrumental)
II. About To Crash (5:50)
- John Petrucci
She can't stop pacing
She never felt so alive
Her thoughts are racing
Set on overdrive
It takes a village
This she knows is true
They're expecting her
And she's got work to do
Degree 1 : Seorang wanita yang menderita bipolar disorder, penyakit perubahan dan perputaran mood, hypomanic dan manic depression.
Dalam bait ini dia berada dalam keadaan hypomania yang ditandai oleh sikap yang enerjik, penigkatan kreativitas, terus berpikir, terus berkarya. over imaginatif.
Sepertinya dia adalah seorang seniman yang karyanya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
He helplessly stands by
It's meaningless to try
As he rubs his red-rimmed eyes
He says I've never seen her get this bad
Even though she seems so high
He knows that she can't fly
And when she falls out of the sky
He'll be standing by
Seseorang, mungkin ayahnya, selalu menjaganya, mengawasi tingkah lakunya
walaupun kurang tidur, ayahnya selalu mengawasi,
karena ayahnya tau suatu saat dia akan melewati masa hypomanicnya dan memasuki masa manic depression
She was raised in a small midwestern town
By a charming and eccentric loving father
She was praised as the perfect teenage girl
And everyone thought highly of her
And she tried everyday
With endless drive
To make the grade
Then one day
She woke up to find
The perfect girl
Had lost her mind
Dia adalah orang yang berprestasi, dan menjadi idola dalam masyarakat
dengan hypomanicnya dia terus bekerja keras setiap harinya, mendapatkan nilai yang bagus
namun suatu hari dia tiba-tiba menjadi depresi.
Once barely taking a break
Now she sleeps the days away
She helplessly stands by
It's meaningless to try
All she wants to do is cry
No one ever knew she was so sad
Cause even though she gets so high
And thinks that she can fly
She will fall out of the sky
DEngan tiba-tiba dia memasuki masa manic depression
dia hanya ingin menangis. tanpa orang mengetahui keadaannya
But in the face of misery
She found hopefulness
Feeling better
She had weathered
This depression
Dalam depresinya dia mulai membaik.
terlihat bahwa dia menderita bipolar disorder II, dimana masa hypomanicnya lebih banyak dibanding masa manic depressionnya
Much to her advantage
She resumed her frantic pace
Boundless power
Midnight hour
She enjoyed the race
Dia kembali ke masa hypomanic, dan kembali lagi ke sisi agresifnya
kembali bekerja, kembali berkarya
III. War Inside My Head (2:08)
- Mike Portnoy
Napalm showers
Showed the cowards
We weren't there to mess around
Through heat exhaustion
And mind distortion
A military victory mounted on innocent ground
Degree 2 : Seorang bekas tentara menderita post traumatic stress disorder.
ia merasakan flashback jaman dia terjun ke medan perang
Hearing voices from miles away
Saying things never said
Seeing shadows in the light of the day
Waging a war inside my head
War inside my head
Setelah ia pulang, sampai sekarang pun dia masih dihantui oleh perang
Suara-suara dan bayangan visual masih melekat di ingatannya
Years and years of
Bloodshed and warfare
Our mission was only to get in and kill
A free vacation
Of palm trees and shrapnel
Trading innocence for permanent psychotic hell
Kehidupan dia selama perang vietnam, menebar teror, membunuh siapapun yang menghadapinya.
Hearing voices from miles away
Saying things never said
Seeing shadows in the light of the day
Waging a war inside my head
Feeling strangers staring my way
Reading minds never read
Tasting danger with each word I say
Waging a war inside my...
sampai sekarang pun dia masih dihantui oleh perang
Suara-suara dan bayangan visual masih melekat di ingatannya
IV. The Test That Stumped Them All (5:02)
- Mike Portnoy
Standing in the darkness
Waiting for the light
The smell of pure adrenaline
Burning in the night
Random blinding flashes
Aiming at the stage
Intro tape begins to roll
Igniting sonic rage
Degree 3 : Seorang musisi yang siap tampil didepan orang ramai. perasaannya bergejolak
Lampu-lampu panggung menghiasi, intro musik dimulai dan suasana mulai meriah
Still they keep me between these hollow walls
Hoping to find in me
The answers to the test that stumped them all
Namun itu hanya bayangan seseorang yang menderita schizophrenia, dia sering berimajinasi dan berhalusinasi.
padahal dia hanya berada di dalam rumah sakit jiwa dan sedang melalui tes yang dilakukan dokter
"The boy is just simply crazy
Suffering from delusions
We honestly think that maybe
He might need and institution
He lives in a world of fiction
And really could use some help
We have just the place to fix him
To save him from himself"
Perbincangan dokter-dokter tentang hasil tesnya.
Dimana dia divonis mengalami halusinasi berada dalam dunia fiksi
Mereka terys mencoba untuk menyelamatkannya
Curled up in the darkness
Searching for the light
The smell of stale sweat and shit
Steaming through the night
Random urine testing
Pills red, pink and blue
Counseling and therapy
Providing not a clue
Still the keep me between these hollow walls
Hoping to find in me
The answers to the test that stumped them all
Para dokter masih terus berusaha mendapatkan jawaban.
Mereka melakukan banyak tes, memberikan banyak obat-obatan
melakukan terapi dan konsultasi.
namun tetap tidak mendapatkan hasil
"We can't seem to find the answers
He seemed such a clear cut case
We cannot just let him leave here
And put all this work to waste
Why don't we try shock treatment
It really might do some help
We have just the tools to fix him
To save him from himself"
Para dokter masih belum mau menyerah dan menyia2kan usaha mereka.
Mereka pun mencoba shock treatmen untuk menyelamatkannya
V. Goodnight Kiss (6:17)
- Mike Portnoy
Goodnight kiss in your nightgown
Lavender in your bed
So innocent as you lie down
Sweet dreams that run through your head
Are you lonely without Mommy's love?
I want you to know I'd die for that moment
You're just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all
Degree 4 : Seorang ibu membaringkan tubuh anaknya yang baru meninggal dalam tempat tidur.
memberikan ciuman malam terakhirnya.
Dia membayangkan kerinduan anaknya. masa-masa anaknya merindukannya
ingin kembali dia merasakannya.
anaknya hanya menjadi korban kekejaman dunia
It's been 5 years to the day and
My tainted blood's still the same
I can't help acting this way and
Those bastard doctors are gonna pay
I'm so lonely without baby's love
I want you to know I'd die for one more moment
I'm just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all
Sudah 5 tahun dan sang ibu masih penuh kesedihan. Dia menderita post-partum depression
Dia merasa kebahagiaannya telah direnggut oleh dokter yang gagal menyelamatkan anaknya
dia menuduh dokter-dokter itu melakukan malpraktek
VI. Solitary Shell (5:47)
- John Petrucci
He seemed no different from the rest
Just a healthy normal boy
His mama always did her best
And he was daddy's pride and joy
He learned to walk and talk on time
But never cared much to be held
And steadily he would decline
Into his solitary shell
Degree 5 : Seorang pria yang normal, tumbuh dengan biasanya, menjadi kebanggaan orang tuanya
namun lambat laun ia mulai mengalami degradasi mental dan menderita autisme
dimana dia menghindari kontak sosial dengan bersembunyi dalam dunianya sendiri
As a boy he was considered somewhat odd
Kept to himself most of the time
He would daydream in and out of his own world
But in every other way he was fine
Dia mulai dianggap aneh oleh orang lain, hanya sibuk dengan diri sendiri
bermimpi dalam dunianya, namun dia baik-baik saja
He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell
A temporary catatonic
Madman on occasion
When will he break out
Of his solitary shell
Dia mengalami peledakan tiba-tiba,
menggila mendadak.
orang pun berharap dia secepatnya keluar dari dunianya
He struggled to get through his day
He was helplessly behind
He poured himself onto the page
Writing for hours at a time
As a man he was a danger to himself
Fearful and sad most of the time
He was drifting in and out of sanity
But in every other way he was fine
Dia menjadi tertinggal dengan dunia luar
karena kesibukanya di dunianya sendiri
Kadang dia normal kadang dia menjadi gila.
He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell
A momentary maniac
With casual delusions
When will he be let out
Of his solitary shell
Dia mengalami peledakan tiba-tiba,
menggila mendadak.
orang pun berharap dia secepatnya keluar dari dunianya
VII. About To Crash (Reprise) (4:04)
- John Petrucci
I'm alive again
The darkness far behind me
I'm invincible
Despair will never find me
I feel strong
I've got a new sense of elation
Boundless energy
Euphoria fixation
Kembali ke Degree 1 : sekarang dalam sudut pandang sang penderita.
dia kembali ke masa hypomanicnya, merasa kuat dan penuh energi
Still it's hard to just get by
It seems so meaningless to try
When all I want to do is cry
Who would ever know I felt so sad
Even though I get so high
I know that I will never fly
And when I fall out of the sky
Who'll be standing by
Will you be standing by
Sepertinya dia sudah bisa menyadari secara langsung keadaannya
dimana dia akan memasuki masa manic depression.
dan dia mengharapkan seseorang yang akan menolongnya
VIII. Losing Time / Grand Finale (6:00)
- John Petrucci
She dresses in black everyday
She keeps her hair simple and plain
She never wears makeup
But no one would care if she did anyway
She doesn't recall yesterday
Faces seem twisted and strange
But she always wakes up
Only to find she'd been miles away
Degree 6 : seorang wanita yang menderita dissociative identity disorder atau Multiple Personality Disorder
dia tidak memiliki banyak teman.
Dia cenderung mengalami amnesia.
terlihat dari dia selalu bangun tanpa menyadari apa yang terjadi.
ini disebabkan oleh perubahan personalitinya secara tidak langsung
Absence of awareness
Losing time
A lapse of perception
Losing time
Ketidak sadaran dia, dan penyakit yang dia alami
membuat dia kehilangan waktu dalam hidupnya
Wanting to escape
She had created a way to survive
She learned to detach from herself
A behavior that kept her alive
Untuk mengatasinya dia membentuk alternate personaliti secara sadar.
untuk melepaskan dari dirinya.
Hope in the face of our human distress
Helps us to understand the turbulence deep inside
That takes hold of our lives
Shame and disgrace over mental unrest
Keeps us from saving those we love
The grace within our hearts
And the sorrow in our souls
Bagian ini menjelaskan bahwa kita sadar akan penyakit jiwa yang diderita manusia
diharapkan kita menjadi lebih mengerti keadaan pikiran kita
untuk menyelamatkan orang yang kita sayangi
Deception of fame --> The Test That Stumped Them All
Vengeance of war --> War Inside My Head
Lives torn apart --> Goodnight Kiss
Losing oneself --> Losing Time
Spiraling down --> About To Crash
Feeling the walls closing in --> Solitary Shell
A journey to find
The answers inside
Our illusive mind
Sebuah perjalanan menelusuri dalam pikiran kita
.
Systematic Chaos "AGA DT"
Dream Theater,
my most favorite band, sudah meluncurkan album studionya yang ke
sembilan (jika ditambah album live, maka totalnya adalah 14 album)
berjudul Sytematic Chaos
5 Juni 2007 yang lalu. Namun, perkenalan penulis dengan album ini
dimulai dari sebulan sebelumnya, 6 Mei, di suatu diskusi maya di http://idtfc.com/forum. DT merilis satu lagu “pemanasan” di website resmi label rekamannya http://www.roadrunnerrecords.com, yaitu Constant Motion (CM) dalam bentuk file mp3.
Pertama kali menyetel CM, kesan pertama yang ada dalam benak penulis adalah “hitam” atau “gelap”. Memang DT adalah sebuah band metal progresif. Namun, lagu CM ini tampil lebih “gelap” dibanding album Train of Thought (ToT) dan Six Degrees of Inner Turbulance (SDOIT) yang sudah “gelap”. Maksud kata-kata “gelap” atau “hitam” disini yaitu musik yang dibalut distorsi gitar yang sangat “tebal” atau “heavy” layaknya Pantera atau Metallica namun tetap dibalut permainan instrumen yang “gila” khas DT yang “Pantera nor Metallica absolutely would never come close to”. Lalu, pukulan drum Mike Portnoy (MP) terdengar lebih garang dan sangat dominan disini. Namun, ciri progresif sangat kentara di lagu ini dengan adanya hitungan-hitungan waktu yang ganjil (dalam arti sebenarnya, yaitu lawan dari genap), struktur komposisional yang kompleks, dan permainan instrumen yang berbelit-belit. Semuanya ini khas DT atau khas musik progresif. Mendengarkan CM sampai tuntas menimbulkan kepuasan tersendiri, dan saya yakin itu yang dirasakan DT mania di seluruh dunia saat mendengar lagu ini untuk pertama kalinya. Rasanya, kekangenan akan album baru DT selama dua tahun terbayar sudah. Di bagian tengah lagu, penulis sempat kagum pada part instrumental yang dilatari aksi solo drum MP yang wowww! (ada yang bisa meniru?).
Beberapa hari kemudian, penulis bisa mendapatkan keseluruhan albumnya dalam bentuk mp3. Padahal, belum resmi diluncurkan. Kesan hitam yang muncul di awal tadi, mulai sirna saat mendengar dan mencermati album ini secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, band ini telah melakukan perubahan besar pada sound. Album sebelumnya, Octavarium (8vm), dianggap sebagai titik akhir untuk reinkarnasi band setelah 20 tahun berkarir. Tidak ada lagi nugget-nugget (simbol dari pesan-pesan tersembunyi) yang menjadi ciri penting album 8vm. Dus, tampak peningkatan skill masing-masing personal yang sebenarnya merupakan fungsi dari jam terbang mereka di kancah musik. Dan, yang penulis kagumi, ada peningkatan kualitas yang luar biasa pada vokal James Labrie (JL) dibanding album-album sebelumnya. Hal ini bisa diamati terutama di lagu-lagu balad seperti Forsaken dan The Ministry of Lost Soul (TMoLS).
Sebenarnya, pola permainan individual DT masih terdengar sama dengan yang terdahulu. Meski menurut penulis, dengan “warna” baru ini, peran kibor dan bass sedikit dikorbankan oleh distorsi gitar JP yang sangat dominan dan gebukan drum MP. Namun, pola itu sebenarnya sudah tampak dari album-album sebelumnya, dan disini lebih terasa nuansanya. Ketika John Petrucci (JP) dan MP berperan sentral dalam permainan instrumental, Jordan Rudess (JR, kibordis) turut membangun jalinan instrumen dari “belakang” dan terkadang meledak dengan aksi solo yang “gila” atau terkadang ikut mengimbangi permainan speed JP. Lalu, John Myung (JM, basis) mendukung lewat fondasi bass yang mampu “mengisi” bagian instrumental dengan sangat elegan.
Kesan progresif sudah dikeluarkan di awal album yaitu lagu In The Present of Enemy I (ITPOE I). Tiga ciri metal progresif, yang sudah saya sebut di atas, sudah bisa dinikmati dari hitungan nol lagu tsb. Beberapa efek digunakan bergantian untuk mendukung tema epik (ciri progresif ala DT). Butuh waktu 5 menit untuk mulai mendengarkan vokal JL di awal album ini.
Dari judul dan lirik-liriknya, album ini terlihat sangat epik. Dua jempol layak diacungkan buat JP dan MP. Keduanya jenius dalam menulis lirik yang dalam dan penuh arti. Lagu CS dan Repentace masih bercerita tentang kisah perang MP melawan drug & drink, seperti lagu The Glass Prison (SDOIT), This Dying Soul (ToT), dan Root of All Evil (8vm). Namun, bukan kelanjutan dari RoAE karena album ini dinyatakan tidak berhubungan dengan album-album sebelumnya (DT selalu menghubungkan antar album, seperti dengan menggunakan nada terakhir di album sebelumnya sebagai nada pertama di album setelahnya). Lagu Repentace dibuka dengan nada dan lirik This Dying Soul. Apakah DT sudah kehabisan ide? Tidak. Ini bukti kejeniusan mereka dalam mengkoneksi dan merangkai antar lagu. Fragmen-fragmen lagu yang terangkai seperti ini banyak dijumpai di album 8vm, malah menjadi ciri DT.
Lalu, berangkat dari In The Name of God di ToT dan Sacrified Sons di 8vm, DT mulai menggemari menulis lirik tentang perang. Rupanya, berlarutnya permasalahan perang Irak yang berbuntut protes panjang rakyat AS tak luput dari jangkauan DT. Topik peperangan yang berakar dari spirit kepercayaan di Timur Tengah tergambar di lagu ITPOE I dan II (pembuka dan penutup album), Prophets Of War, dan TMoLS. Yang terakhir disebutkan ini adalah lagu favorit penulis. Lagu berdurasi hampir 15 menit yang penuh “jiwa”, yang dilukiskan dengan sentuhan melodi gitar JP yang sangat epik dan dibawakan oleh vocal yang sempurna oleh JL.
Warna ballad yang diusung Forsaken, tembang kedua, sangat berbeda dengan tema ballad di album-album sebelumnya seperti Spirit Carries On atau Anna Lee. Kesan distorsi yang heavy serta permainan kibornya mengingatkannya pada “Call Me When You’re Sobber” milik Evanescence.
Lagu ke empat, The Dark Eternal Night, adalah lagu ter’heavy’ dari keseluruhan lagu di album ini. Walau terkesan heavy metal dan liar, warna progresif tetap muncul terutama di bagian instrumental yang lagi-lagi, what an amazing intricacy! Sebuah warna baru dari musik progresif ala DT. Di sini, suara JL sering dibumbui oleh suara MP yang memang berkarakter lebih berat.
Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula album ini. Satu hal yang penulis sayangkan adalah adanya sempilan aliran/warna “Muse” yang sangat kentara di lagu Prophet of War yang mengingatkan DT mania pada lagu Never Enough di 8vm. Lagu ini merusak keseluruhan tatanan warna musik baru DT yang ingin diperkenalkan ke penggemarnya.
Judul album, Systematic Chaos, mungkin (menurut penulis) berangkat dari definisi metal progresif, yaitu (seperti yang telah disebutkan di atas) keruwetan struktur dan komposisi lagu. Keruwetan (intricacy) atau kekacaubalauan biasa disebut dengan istilah “Chaos”. Namun, dibalik keruwetan itu, terdapat pola atau susunan keteraturan yang sistematik. Dari sinilah terbilang istilah Systematic Chaos. Sepertinya, dari album ini, mereka mengkonstruksi definisi musik metal progresif itu ke dalam lagu-lagunya.
Keseluruhan, album ini luar biasa. Wajib dikoleksi untuk para penggemar Dream Theater, pecinta musik beraliran metal, atau bahkan untuk band-band sebagai referensi bermusik. Meski musik mereka penuh balutan skill individual yang luar biasa, namun jangan harap album ini bakal meledak di seluruh dunia, karena konsep “systematic chaos” –nya yang kurang familiar di kuping umum.
Last, listening to their music will present you apparently a worthwhile (and educational) musical experience.
Pertama kali menyetel CM, kesan pertama yang ada dalam benak penulis adalah “hitam” atau “gelap”. Memang DT adalah sebuah band metal progresif. Namun, lagu CM ini tampil lebih “gelap” dibanding album Train of Thought (ToT) dan Six Degrees of Inner Turbulance (SDOIT) yang sudah “gelap”. Maksud kata-kata “gelap” atau “hitam” disini yaitu musik yang dibalut distorsi gitar yang sangat “tebal” atau “heavy” layaknya Pantera atau Metallica namun tetap dibalut permainan instrumen yang “gila” khas DT yang “Pantera nor Metallica absolutely would never come close to”. Lalu, pukulan drum Mike Portnoy (MP) terdengar lebih garang dan sangat dominan disini. Namun, ciri progresif sangat kentara di lagu ini dengan adanya hitungan-hitungan waktu yang ganjil (dalam arti sebenarnya, yaitu lawan dari genap), struktur komposisional yang kompleks, dan permainan instrumen yang berbelit-belit. Semuanya ini khas DT atau khas musik progresif. Mendengarkan CM sampai tuntas menimbulkan kepuasan tersendiri, dan saya yakin itu yang dirasakan DT mania di seluruh dunia saat mendengar lagu ini untuk pertama kalinya. Rasanya, kekangenan akan album baru DT selama dua tahun terbayar sudah. Di bagian tengah lagu, penulis sempat kagum pada part instrumental yang dilatari aksi solo drum MP yang wowww! (ada yang bisa meniru?).
Beberapa hari kemudian, penulis bisa mendapatkan keseluruhan albumnya dalam bentuk mp3. Padahal, belum resmi diluncurkan. Kesan hitam yang muncul di awal tadi, mulai sirna saat mendengar dan mencermati album ini secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, band ini telah melakukan perubahan besar pada sound. Album sebelumnya, Octavarium (8vm), dianggap sebagai titik akhir untuk reinkarnasi band setelah 20 tahun berkarir. Tidak ada lagi nugget-nugget (simbol dari pesan-pesan tersembunyi) yang menjadi ciri penting album 8vm. Dus, tampak peningkatan skill masing-masing personal yang sebenarnya merupakan fungsi dari jam terbang mereka di kancah musik. Dan, yang penulis kagumi, ada peningkatan kualitas yang luar biasa pada vokal James Labrie (JL) dibanding album-album sebelumnya. Hal ini bisa diamati terutama di lagu-lagu balad seperti Forsaken dan The Ministry of Lost Soul (TMoLS).
Sebenarnya, pola permainan individual DT masih terdengar sama dengan yang terdahulu. Meski menurut penulis, dengan “warna” baru ini, peran kibor dan bass sedikit dikorbankan oleh distorsi gitar JP yang sangat dominan dan gebukan drum MP. Namun, pola itu sebenarnya sudah tampak dari album-album sebelumnya, dan disini lebih terasa nuansanya. Ketika John Petrucci (JP) dan MP berperan sentral dalam permainan instrumental, Jordan Rudess (JR, kibordis) turut membangun jalinan instrumen dari “belakang” dan terkadang meledak dengan aksi solo yang “gila” atau terkadang ikut mengimbangi permainan speed JP. Lalu, John Myung (JM, basis) mendukung lewat fondasi bass yang mampu “mengisi” bagian instrumental dengan sangat elegan.
Kesan progresif sudah dikeluarkan di awal album yaitu lagu In The Present of Enemy I (ITPOE I). Tiga ciri metal progresif, yang sudah saya sebut di atas, sudah bisa dinikmati dari hitungan nol lagu tsb. Beberapa efek digunakan bergantian untuk mendukung tema epik (ciri progresif ala DT). Butuh waktu 5 menit untuk mulai mendengarkan vokal JL di awal album ini.
Dari judul dan lirik-liriknya, album ini terlihat sangat epik. Dua jempol layak diacungkan buat JP dan MP. Keduanya jenius dalam menulis lirik yang dalam dan penuh arti. Lagu CS dan Repentace masih bercerita tentang kisah perang MP melawan drug & drink, seperti lagu The Glass Prison (SDOIT), This Dying Soul (ToT), dan Root of All Evil (8vm). Namun, bukan kelanjutan dari RoAE karena album ini dinyatakan tidak berhubungan dengan album-album sebelumnya (DT selalu menghubungkan antar album, seperti dengan menggunakan nada terakhir di album sebelumnya sebagai nada pertama di album setelahnya). Lagu Repentace dibuka dengan nada dan lirik This Dying Soul. Apakah DT sudah kehabisan ide? Tidak. Ini bukti kejeniusan mereka dalam mengkoneksi dan merangkai antar lagu. Fragmen-fragmen lagu yang terangkai seperti ini banyak dijumpai di album 8vm, malah menjadi ciri DT.
Lalu, berangkat dari In The Name of God di ToT dan Sacrified Sons di 8vm, DT mulai menggemari menulis lirik tentang perang. Rupanya, berlarutnya permasalahan perang Irak yang berbuntut protes panjang rakyat AS tak luput dari jangkauan DT. Topik peperangan yang berakar dari spirit kepercayaan di Timur Tengah tergambar di lagu ITPOE I dan II (pembuka dan penutup album), Prophets Of War, dan TMoLS. Yang terakhir disebutkan ini adalah lagu favorit penulis. Lagu berdurasi hampir 15 menit yang penuh “jiwa”, yang dilukiskan dengan sentuhan melodi gitar JP yang sangat epik dan dibawakan oleh vocal yang sempurna oleh JL.
Warna ballad yang diusung Forsaken, tembang kedua, sangat berbeda dengan tema ballad di album-album sebelumnya seperti Spirit Carries On atau Anna Lee. Kesan distorsi yang heavy serta permainan kibornya mengingatkannya pada “Call Me When You’re Sobber” milik Evanescence.
Lagu ke empat, The Dark Eternal Night, adalah lagu ter’heavy’ dari keseluruhan lagu di album ini. Walau terkesan heavy metal dan liar, warna progresif tetap muncul terutama di bagian instrumental yang lagi-lagi, what an amazing intricacy! Sebuah warna baru dari musik progresif ala DT. Di sini, suara JL sering dibumbui oleh suara MP yang memang berkarakter lebih berat.
Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula album ini. Satu hal yang penulis sayangkan adalah adanya sempilan aliran/warna “Muse” yang sangat kentara di lagu Prophet of War yang mengingatkan DT mania pada lagu Never Enough di 8vm. Lagu ini merusak keseluruhan tatanan warna musik baru DT yang ingin diperkenalkan ke penggemarnya.
Judul album, Systematic Chaos, mungkin (menurut penulis) berangkat dari definisi metal progresif, yaitu (seperti yang telah disebutkan di atas) keruwetan struktur dan komposisi lagu. Keruwetan (intricacy) atau kekacaubalauan biasa disebut dengan istilah “Chaos”. Namun, dibalik keruwetan itu, terdapat pola atau susunan keteraturan yang sistematik. Dari sinilah terbilang istilah Systematic Chaos. Sepertinya, dari album ini, mereka mengkonstruksi definisi musik metal progresif itu ke dalam lagu-lagunya.
Keseluruhan, album ini luar biasa. Wajib dikoleksi untuk para penggemar Dream Theater, pecinta musik beraliran metal, atau bahkan untuk band-band sebagai referensi bermusik. Meski musik mereka penuh balutan skill individual yang luar biasa, namun jangan harap album ini bakal meledak di seluruh dunia, karena konsep “systematic chaos” –nya yang kurang familiar di kuping umum.
Last, listening to their music will present you apparently a worthwhile (and educational) musical experience.
Spirit Carries On
Tema album Dream Theatre yang “Metropolis” adalah tentang seorang
cowok yang bernama Nicholas yang berkepribadian ganda dan sedang
menjalani terapi hipnotis (regrassion). dia selalu merasa dikejar-kejar
seseorang bernama Victoria Page, Victoria ini lah yang menjadi diri
Nicholas yang satu lagi..
Victoria Page adalah seorang gadis korban pembunuhan pada tahun tahun 1928, sedangkan Nicholas adalah pemuda yang hidup pada tahun 1999..
Beberapa lagu sebelum The Spirit Carries On ini menceritakan tentang lika-liku perjalanan Nicholas pada saat ia mengidap kepribadian ganda, kenapa Victoria Page dibunuh dst. Dan pada lagu ini Nicholas mulai sembuh dari penyakit kepribadian ganda yang dia idap, ini terlihat dari bait :
“move on, be brave .. don’t weep at my grave
because i am no longer here, but please
never let your memory of me .. disappear!”
Karena ini adalah lagu terakhir, jadi lagu ini menjadi ending / anti klimaks dari semua cerita diatas. Dimana Nicholas sudah terbebas dari Victoria Page..
Album ini memang di “dominasi” oleh John Petrucci sang gitaris, dimana semua lagu2 dan “jalan cerita” di album ini merupakan ide dari John Petrucci.
Yang pengen tau lagunya download mp3 Dream Theatre – The Spirit Carries On di sini.
by: dreamtheatre.net
Victoria Page adalah seorang gadis korban pembunuhan pada tahun tahun 1928, sedangkan Nicholas adalah pemuda yang hidup pada tahun 1999..
Beberapa lagu sebelum The Spirit Carries On ini menceritakan tentang lika-liku perjalanan Nicholas pada saat ia mengidap kepribadian ganda, kenapa Victoria Page dibunuh dst. Dan pada lagu ini Nicholas mulai sembuh dari penyakit kepribadian ganda yang dia idap, ini terlihat dari bait :
“move on, be brave .. don’t weep at my grave
because i am no longer here, but please
never let your memory of me .. disappear!”
Karena ini adalah lagu terakhir, jadi lagu ini menjadi ending / anti klimaks dari semua cerita diatas. Dimana Nicholas sudah terbebas dari Victoria Page..
Album ini memang di “dominasi” oleh John Petrucci sang gitaris, dimana semua lagu2 dan “jalan cerita” di album ini merupakan ide dari John Petrucci.
Yang pengen tau lagunya download mp3 Dream Theatre – The Spirit Carries On di sini.
by: dreamtheatre.net
Pembahasan & Makna dari Album Dream Theater "Scenes From a Memory"
24 Mei 2014
Present Day :
* Nicholas
* The Hypnotherapist
* The Old Man
1928 :
* Victoria Page - "Metropolis/Love"
* Sen. Edward Baynes - "The Miracle"
* Julian Baynes - "The Sleeper"
Act 1
Scene One: Regression
Album dibuka dengan seorang pria (Nicholas, saya singkat dgn N) sedang melakukan sebuah terapi regresi (terapi psikologikal yg berupa flashback). . . Sang terapis, the Hypnotherapist (saya singkat H), berbicara, mengantar N kepada terapinya. . . bagian dari lagu The Spirit Carries On dan Home bisa didengar di sini. . . Lagu akan selesai dengan N bertemu dengan seorang gadis, Victoria Page (saya singkat menjadi V). . .
Scene Two: I. Overture 1928
Nicholas telah berada dalam kondisi trance nya, merasa nyaman di suatu tempat. . . Semakin ia “tertuju” dan fokus, semakin jelas tertampak objek regresinya, V dan sebuah kehidupan yg tak pernah ia temui tapi secara aneh serasa begitu terikat dan berhubungan dengannya. . .
Di 01:35-01:51 dan 00:05-00:11 terdapat bagian dari metropolis part1. . . menunjukkan relasi lagu tsb dgn album ini. . . sebagian dari lagu The Dance Of Eternity tampak pada 02:45-03:08 . . .
Lagu ini mengisyaratkan, tertuju pada The Whos Tommy. . . Ide sebuah lagu instrumental yang menjelaskan pengalaman adalah konsep dari lagu Underture di album itu. . . (The Whos Tommy adalah sebuah album. . . tapi saya tidak menemukan data akan hal ini. . . tmen2 ada yg bisa bantu?
Scene Two: II. Strange Déjà Vu
Kita mendengar sedikit kembali akan mimpi2 N sebelumnya yang telah membimbingnya, menekannya untuk melakukan terapi ini, dan tentu nya semakin dalam untuk kembali mengulas segalanya. . . Kita diajak untuk melihat, bahwa setiap kali N memejamkan matanya, ia terbawa ke sebuah mimpi yang begitu hidup dan secara berulang2 terus muncul akan sebuah kehidupan . . . ini diluar kemampuan logikal dari N, tak bisa dinalar secara biasa. . . Sekali lagi, N kembali dalam regresinya, akibat dari apa yang telah dimimpikannya. . .
Mimpinya kali ini dapat kita lihat dari lirik lagu ini. . . sbb :
Ada sebuah jalan setapak menuju rumah. . . di rumah tersebut, tingkat atas, ada sebuah kamar. . . di kamar tersebut terdapat sebuah cermin. . . dan di dalam cermin tersebut. . . tergambar sesosok gadis. . . semuanya terlihat begitu akrab di matanya, tapi N tahu ini janggal. . . Ia mengerti betul ia belum pernah berada atau melihat tempat itu sebelumnya, tapi apa yg di dalam hati terdalamnya mengatakan, ia begitu familiar dengan tempat itu. . . Di mimpi ini semua terlihat lebih jelas dari mimpi2 lainnya (mungkin krn regresinya sedang dilakukan dengan terapi). . . N dapat dengan jelas melihat wajah gadis muda itu. . . Ia pun dapat memberikan pertanyaan. . . "Young child, won't you tell me why I'm here?". . . Nak, bisakah kau beritahu aku mengapa aku di sini. . .? N menyadari sesuatu. . . gadis dalam cermin tersebut berusaha memberi tahu sesuatu kepadanya, sesuatu yg ia tak tahu, sesuatu yg telah menyobek2 hati gadis kecil itu. . .
V, gadis dalam kaca itu, memberi petunjuk pertamanya mengapa ia selalu menghantui N. . . ia sejatinya sedang mencari cara untuk “membuka” fakta, mengatakan apa yg sebenarnya terjadi dalam tragedi pembunuhannya. . . Ia juga menjelaskan bgmn tragedi itu begitu menyesakkan baginya. . . "tears my heart into two". . . "I'm not the one the Sleeper thought he knew", kata2 V selanjutnya, menjelaskan perasaan bersalah nya kepada kekasihnya, Julian Baynes (The Sleeper, saya singkat S) karena sebenarnya ia melakukan sebuah perselingkuhan dengan saudara kembar S, Senator Edward Baynes atau Ed (The Miracle, saya singkat M). . .
Sekarang N kembali dalam ke kehidupan nyatanya. . . meskipun ia telah sadar penuh, spekulasi2nya dan kejadian2 di kehidupan lain mulai menggrogoti setiap detik hidupnya, konsentrasinya, dan hatinya. . . Secara menyluruh, N begitu ingin tahu mengapa hal ini terjadi kepada dirinya. . . Apa yang terjadi di masa yg sebenarnya, sudah tak jadi soal bagi N. . . Obsesif, itulah dia. . . N jatuh di kubangan keingin tahuan yang begitu luar biasa besar. . . N menyadari, alam mimpinya menjadi kunci kedamaian hatinya, dan ia sedang mengejar hal tsb. . .
Scene Three: I. Through My Words
Nicholas akhirnya tahu. . . Dirinya adalah reinkarnasi dari V, kehidupannya di masa sebelumnya. . . Akhirnya matanya terbuka, ia tahu mengapa ia begitu “terjerumus” pada diri V dan dunianya karena mereka membagi jiwa yg sama. . .
Scene Three: II. Fatal Tragedy
Dimulai dengan N seorang diri di malam hari. . . Ia telah mengerti siapa V sebenarnya sekarang, tapi tidak mengerti mengapa V terlihat begitu “hancur” dan bgmn ia diikutsertakan ke dalam semua ini. . . Selanjutnya, N pergi menemui seorang orang tua, dmana kisah ini memberikan kita satu poin, kesendirian. . . Rumah siapa yang N kunjungi, siapa orang tua itu, adlah hal2 yang sampai sekarang menjadi buram, tidak ada penjelasan spesifik akannya. . . Yg penting dari kunjungan N ini adalah, si orang tua tsb menunjukkan informasi akan sebuah pembunuhan di masa yg lalu dan membagi apa yg ia ketahui dengan N. . . Dari situ, N mengetahui seorang gadis di bunuh di usia nya yg begitu muda. . . N terduduk diam, manis mendengarkan dengan seksama kisah org tua itu. . . apa yg dulu terjadi. . . masih menjadi misteri baginya. . .
Nicholas sekarang sadar, sampai nanti waktunya ia dapat menguak apa yg sebenarnya terjadi kepada V, ia tidak akan pernah diam, takkan pernah beristirahat. . . Dia semakin terbungkus dengan obsesinya, sudah tak ada lagi jalan memutar. . . N tahu, tanpa keyakinan dan harapan, takkan ada kedamaian hati. . . Berangkat dari pemikiran ini, N memberanikan dan menguatkan dirinya untuk mengejar kebenaran. . .
Lagu selesai dengan kata2 dari H. . . regresi N selanjutnya membawanya langsung ke TKP dimana V dibunuh. . .
Scene Four: Beyond This Life
Lagu (liriknya) membacakan headline dan isi berita dari sebuah koran. . . Apa yg terjadi di tahn 1928 silam diungkap. . .
Seorang saksi mata mendengar suara yg begitu menakutkan dan menyayat hati. . . Berlari ia menuju asal suara, didapatinya seorang gadis terkulai, mati tertembak. . . Seorang pria dalam gelap berdiri, itulah si penembak. . . Saksi ini berusaha menolong. . . tapi sgalanya telah terlambat. . . Diarahkannya pistol itu kearahnya sendiri. . . dor. . . ia melakukan bunuh diri. . .
Koran berspekulasi hal ini terjadi karena permasalahan cinta. . . Ini teridentifikasi dari status dua orang tersebut, sepasang kekasih. . .
Koran menjelaskan sepasang kekasih itu, V dan S, baru2 saja putus hubungan. . . sebabnya disinyalir karena gaya hidup S yang suka mabuk2an, menggunakan obat trlarang, dan berjudi. . . Di scene 9, nantinya S akan menjatuhkan sebotol minuman keras. . . ini menjadi bukti akan gaya hidup kelamnya. . . Diindikasi pula bahwa V hanya akan bersedia rujuk dengannya apabila ia dapat kembali ke jalan yg benar. . .
Selanjutnya kita diberitahukan akan bukti2 fisik yang ada. . . Ada bukti yg mengatakan telah trjadi pergulatan fisik antar 2 orang tsb, sbuah pisau lipat ditemukan. . . Pisau lipat ini dipertanyakan, karena memang sulit untuk membayangkan seorang gadis tahun 1928 membawa pisau kemanapun dia pergi, kecuali untuk alasan membela diri. . . Ditemukan pula sebuah catatan dari saku si penembak. . . S lebih baik mati daripada hidup tanpa V. . . itu inti pesannya. . . Tapi tak disebutkan sedikitpun untuk melukai V. . .
Akhir, ada pengulangan di lagu ini. . . Ini memperdalam keyakian N kalau dia dan V terikat di satu jiwa yg sama. . . Diselipkan pula, mereka tdk hanya 2 generasi reinkarnasi, tapi membawa kepribadian yg terkait satu sama lain. . .
Scene Five: Through Her Eyes
N kembali terjaga. . . Dia telah mengerti, V dibunuh dengan brutal di tahun 1928. . . ia merasa ia harus datang ke makam V, mengekspresikan bgamana perasaannya akan V, dan bagaimana V begitu tak bersalah dan polos. . . Tidak hanya itu, yg membuatnya “tersentil” adalah ketidakadilan dan apa yang terjadi sebenarnya terjadi pada diriNYA. . .
Mendatangi makam V, N dinaungi dengan perasaan sedih yg amat. . . Bahkan nisannya pun memberitahunya bgmn manis dan polosnya gadis yang dicabut nyawanya dengan brutal tsb. . . ia merasakan bgmn kematian V adalah kematiannya sendiri, membandingkannya dengan perasaan kita kehilangan orang yg kt cintai. . . N terus dibayang2i dengan wajah V, diserang dengan ketidakadilan yg telah merenggut nyawa seorang gadis di usianya yg begitu muda. . .
Di penghujung lagu, N berusaha kembali mendapatkan kekuatannya. . . Ia menyadari pula, dengan menerima kehilangan ini, ia dapat kembali bergerak. . . Hal ini tentu sangat berpengaruh kepada kehidupan nyatanya. . .
Act 2
Scene Six: Home
Pada bag awal, kita mendengar S menceritakan obsesinya. . . V, seperti yg tlah kita ketahui, meninggalkannya akibat jalan hidupnya. . . alkohol dan kokain (ditunjukkan dengan lirik "Lines take me higher"), serta judi yg telah jadi bagian hidupnya. . .
Selanjutnya kita dengar M mendapati V ada di pelukannya, menangis bercerita akan apa yg telah terjadi dengan hubungannya dengan S. . . M mendapati dirinya semakin “mendekat” dengan V, juga perasaan “sungkan”nya kepada saudaranya sendiri. . . tapi obsesi buruknya mengalahkan perasaan sungkan itu. . . M bersama V. . . menjadi posesif. . .
Akirnya kita kembali ke N, yg berada pada kehidupan nyatanya dalam kondisi sadar. . . Sejauh ini, N hanya mengerti apa yg telah koran di regresi terakirnya dan apa yg telah si orang tua katakan. . . Tapi ia menyadari satu hal yg lain. . . Ada sesuatu, ada cerita yg lebih dari itu. . . Obsesinya menuntaskan hal itu semakin menjadi. . . Ia meminta dengan sangat untuk adanya regresi kembali dan sulit untuk menunggu sesi terapi selanjutnya. . .
Ada kemiripan lirik di lagu ini dan metropolis part 1 seperti "the city's cold blood" dan "lake of fire" , serta "I was told there's a new love that's born for each one that has died." . . . lagu ini berisikan lirik : "Victoria watches and thoughtfully smiles/she's taken me to my home" sementara met part1 : watches and thoughtfully smiles/she's taken you to your home" . . . dan di beberapa detik akhir lagu ini, intro met part1 dimainkan. . .
Scene Seven: I. The Dance of Eternity
Menggambarkan V dan M sedang memadu kasih. . .
The dance : menggambarkan “pergerakan” mereka
Eternity : menggambarkan bahwa “pergerakan” mereka menjadi memoar tiada akhir
Di ntro lagu ini terdapat musik2 dari Metropolis part1. . .
Scene Seven: II. One Last Time
Lagu dimulai dengan N memutar otaknya. . . Ia tidak yakin dengan apa yg telah ia dapatkan, bahwa apa yg ada di surat kabar itu benar adanya. . . Ia juga mendengar rumor bahwa V memadu kasih dengan M pula. . . Apa V telah melukai perasaan M?
Selanjutnya, V, di masa lampau, berkata "One last time, we'll lay down today" . . . dari sini, N ditunjukkan bagaimana V mengucapkan perpisahannya dengan M, “ini pertemuan terakhir kita”. . .
N menapaki rumah M, dimana M dan V melakukan hub terlarangnya. . . Rumah itu terlihat membawa begitu banyak petunjuk untuk N, sampai akirnya ia merasa apa yg telah ia fikirkan benar adanya. . . N terbangun dari regresinya. . . ia memasuki kamar tidurnya, kembali ia merasakan sedikit “trance” lagi, hampir sama kuatnya ketika ia kehilangan kesadarannya secara total. . . Dalam mimpinya yg terulang ini, dingin yang ia rasakan. . . Seketika itu ia berada di luar dan mendengar seorang gadi berteriak keras, seorang pria memohon2 maaf padanya. . . Di sini N melihat memori V akan pertemuan fatalnya dengan M, yang telah membawanya kepada kematiannya. . . semuanya tak begitu jelas bagi N karena tak lama semua pandangannya kembali gelap. . .
Scene Eight: The Spirit Carries On
N sekali lagi, dan untuk terakhir kalinya, berada dalam keadaan hipnotik, meyakinkan keyakinannya jikalau jiwanya akan terselamatkan, sehingga sewajarnya ia tak perlu takut akan kematian. . . Keyakinannya akan keterlibatan M dalam pembunuhan terbukti. . . Ia berencana untuk mengkuak kebenaran yg sebenar benarnya dari apa yg telah terjadi 70 tahun lalu. . .
V muncul dalam benak N, mengatakan bahwa sudah saatnya bagi N untuk terus melanjutkan hidupnya yg sebenrnya karena ia telah selesai menunaikan apa yg harus diselesaikan, menunjukkan kepada N kebenaran sejati, sambil berpesan untuk tak melupakan dirinya. . . Di sini N menguatkan opininya, ia telah menyenangkan V dan menyelesaikan obsesinya sendiri. . . N merasa, sebab dari sluruh hal yg telah trjadi, pesan utamanya, adalah : kematian bukanlah akhir. . . hanyalah transisi. . .
H muncul. . .
Scene Nine: Finally Free
Terapi regresi terakir N telah tamat. . . H telah membawanya keluar, membuat N kembali ke dalam mobilnya dan pulang. . .
Sebelumnya, dari sini, dapat dijelaskan seluruhnya. . . V dan S bertemu secara tak sengaja dan merencanakan pertemuan selanjutnya secara diam2. . . V secara gamblang terlihat begitu senang karena sesungguhnya hanya S yg ia cintai, dan ia tak lagi dalam persimpangan antara S dan M. . . Tapi V telah mengandai bahwa M akan membunuh S jika saja ia tahu. . . "kill his brother if he only knew", katanya. . .
V dan S bertemu tanpa seorang pun tahu, menurut mereka. . . tapi tanpa diketahui, M muncul. . . terjadi baku hantam antar M dan S. . . sebotol miras dari saku S jatuh, pecah, ikut meramaikan suasana yg tegang. . . S merogoh pisau lipatnya, menghunus, siap akan segala kondisi. . . musuh jauh lebih berbahaya, M meletupkan pistolnya, menembak saudaranya sendiri. . . V menjerit panjang, histerik akan apa yg terlihat olehnya . . . "Open your eyes, Victoria” , sahut M seraya menembak pula gadis yg dulu adalah kekasihnya. . . M menulis surat wasiat, menaruhnya dengan apik di kantong S. . . berlari dari kebenaran, M mencoba mengambil peran sebagai saksi mata. . .
Cerita dikembalikan kembali kepada N yg berkendara pulang, memikirkan apa yg trjadi, dan bagaimana ia telah bebas dari semua yg selama ini menghantuinya. . . Ia belajar akan kehidupan, lewat kehadiran V di dirinya. . . Sampailah ia di rumah. . . menyalakan lagu2 yg menenangkan sembari menuangkan minuman untuk dirinya sendiri. . . tak lama sebuah mobil lain datang. . . seorang dalam gelap datang, berjalan menuju rumah N. . . masuklah ia kedalam ruangan dimana N berada. . . lagu yg terputar terhenti. . . diikuti terhentinya nyawa N . . . "Open your eyes, Nicholas. . ." . . . H berkata kepada N, menuntaskan perannya sebagai reinkarnasi M, menyelesaikan perputaran hidup mreka. . . . . . . . . .
Meta-Album (not akhir album A = not awal album B, dst) dimulai dari SFAM sampai 8varium. . . 8varium diakhiri dengan not piano yg sama dengan not piano SFAM, dengan lirik "This story ends where it began.". . .
SUMBER: http://idtfc.com/smf/index.php?topic=88.0
Selasa, 04 Februari 2014
Sistem Sosial kebudayaan Indonesia
Definisi Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Yunani
yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan
logos berarti kata atau berbicara.
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata
latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti
cerita.
Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses
sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim,
sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta
yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar
individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan
individu.
Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial
(misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah
ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial
dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu
pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang
bersifat stabil.
Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan
penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Definisi Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani,
anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos
yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus
makhluk sosial.
David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari
keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang
mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk
fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
William A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang
umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia
dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman
manusia.
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang
mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin dan
Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagai mengabungkan, untuk mendirikan,
untuk menempatkan bersama.
Sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang merupakan
suatu kesatuan.
Sistem adalah Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
System is an organized scheme or method (Sistem adalah
kumpulan skema atau metode).
Pengertian Sosial Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual
dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan
kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala
berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
A. PENGERTIAN
SISTEM SOSIAL
Sistem
sosial merupakan suatu sinergi antara berbagai subsistem sosial yang saling
mengalami ketergantungan dan keterkaitan. (Teori Sibenertika Parson)
B. UNSUR-UNSUR
SISTEM SOSIAL
Menurut Alvin L. Bertrand, ada 10 unsur sistem sosial:
1. Keyakinan (pengetahuan)
2. Perasaan (sentiment)
3. Tujuan
4. Norma
5. Status dan peranan
6. Tingkatan atau pangkat (rank)
7. Kekuasaan atau pengaruh (power)
8. Sanksi
9. Sarana atau fasilitas
10. Tekanan ketegangaan (stress strain)
C. FUNGSI SISTEM SOSIAL
Menurut ANkie M.M. Hoogvelt, ada 4 fungsi sistem sosial:
1. Fungsi Adaptation (Adaptasi)
Sistem sosial harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
yang dihadapi.
2. Fungsi Goal Attainment (Pencapaian Tujuan Yang Diharapkan)
Tujuan individu harus menyesuaikan dengan tujuan sosial yang
lebih besar agar tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan lingkungan sosial.
3. Fungsi Integration (Integrasi/Kebersamaan)
Menunjukkan adanya solidaritas sosial dari bagian-bagian yang
membentuknya serta berperannya masing-masing unsure tersebut sesuai dengan
posisinya. Integrasi hanya bias terwujud jika semua unsure yang membentuk
sistem tersebut saling menyesuaikan.
4. Fungsi Latent Pattern Maintance (Pemeliharaan Pola Latent).
D. PENGERTIAN SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan wujud yang
abstark dari kebudayaan. Sistem budaya atau cultural system merupakan ide-ide
dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut
tidak dalam keadaan lepas satu dari yang lainnya, tetapi selalu berkaitan dan
menjadi suatu sistem. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari
kebudayaan, yang diartikan pula adat-istiadat mencangkup sistem nilai budaya,
sistem norma, norma-norma menurut pranata-pranata yang ada di dalam masyarakat
yang bersangkutan, termasuk norma agama.
E. FUNGSI SISTEM BUDAYA
Fungsi sistem budaya adalah menata dan menetapkan tindakan-tindakan serta
tingkah laku manusia. Proses belajar dari sistem budaya ini dilakukan melalui
pembudayaan atau institutionalization (pelembagaan). Dalam proses pelembagaan
ini, seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya
dengan adat-adat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian
dengan lingkungan di luar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam
tindakan. Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan
tindakan meniru itu diinternalisasi dalam kepribadiannya, maka tindakannya itu
menjadi suatu pola yang mantap, dan norma yang mengatur tindakannya
dibudayakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut
yang mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya
dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitarnya.
F. UNSUR-UNSUR SISTEM BUDAYA
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai
komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki
4 unsur pokok, yaitu:
o alat-alat teknologi
o sistem ekonomi
o keluarga
o kekuasaan politik
o alat-alat teknologi
o sistem ekonomi
o keluarga
o kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang
meliputi:
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)
Langganan:
Postingan (Atom)

